tertunduk diam dan tak memejamkan mata
merenungi akan diri yang terbasuh kotoran keduniawian
sujut tiada tara tanpa mengrti apa yang dituju
dan melantunka syair indah yang tak tau artinya
terdengan siulan angin mendayu sayu di telinga
seakan mengajak untuk bercanda
menusuk raga yang tak tau kalimat apa yang ia sampikan
berceloteh tiada arti karena ku tak mengerti
dinding rongga kehidupan pun tak mau terbuka
seakan tertahan oleh sifat iri dan dengki
tembus menusuk kalbu hingga tanpa di sadari terbanjiri air kesucian
sadar tertera bahwa ini hanya kepalsuan belaka
silau sinar yang terpancar dri ronga-rongga dinding
seakan hanya untuk kesenangan semata
bualan maut sang raja tak akan bisa kau nikmati kenyataannya.
By B'lukrohim
Sabtu, 07 Januari 2012
Renungan Malam
Sabtu, Januari 07, 2012
foead djadoel
Subscribe
Facebook!
0 komentar:
Posting Komentar